" WARNARANO "

Ing Ngarsa Sung Tuladha

INFORMASI DALAM BUKU FIKSI DAN NONFIKSI


Apa yang kamu peroleh ketika membaca buku fiksi dan,nonfiksi? Ketika membaca buku fiksi, kamu akan memperoleh hiburan dan kesenangan. Selain itu, membaca buku fiksi dapat melatih kepekaan perasaanmu sesuai dengan perjalanan hidup yang dialami tokoh dalam karya sastra tersebut.Saat membaca buku nonfiksi, kamu akan mendapatkan informasi, pengetahuan, dan wawasan.
            Informasi dalam buku nonfiksi dapat kamu ketahui berdasarkan ide pokok atau gagasan utama tiap paragraf dalam bacaan. Ide atau gagasan pokok adalah ide dasar yang mendasari terbentuknya paragraf, bacaan, atau karangan. Informasi dalam ide pokok tersebut dapat kamu jadikan kata kunci mengenai isi buku yang sedang dibaca.
Penentuan ide pokok paragraf berdasarkan kalimat utamanya. Ide pokok atau gagasan pokok tiap paragraf termuat dalam kalimat utama paragraf tersebut. Kalimat utama biasanya terletak di awal, di akhir, serta di awal dan di akhir paragraf. Berdasarkan ide atau gagasan pokok yang ditemukan, kamu dapat memahami isi buku yang dibaca. Informasi tersebut juga akan.bermanfaat saat kamu menyusun ikhtisar atau ringkasan isi buku. Informasi dalam buku tersebut juga dapat memperluas pengetahuanmu.
Buku fiksi mengandung unsur-unsur berikut.

A. Unsur Intrinsik
1)  Tema
Tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Tema dapat bersinonim dengan ide dan tujuan utama. Jadi, tema merupakan gagasan dasar umum, dasar cerita sebuah karya yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita.

2) Latar
Latar atau setting disebut landas tumpu cerita. Latar berkaitan dengan pengertian tempat,
nubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang dicerita-kan. Latar atau seting meliputi tempat, waktu, dan sosial.

3) Penokohan
Penokohan adalah pelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam Sebuah cerita. Pelukisan gambaran tokoh cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan aspek yang dilakukan dalam tindakan.

4) Sudut Pandang
Sudut pandang atau point of view merupakan cara pandang yang digunakan pengarang Scbagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, atar, dan berbagai peristiwa yang membentuk
cerita. Bentuk sudut pandang tokoh cerita yaitu sudut pandang orang pertama dan ketiga.

       a)      Sudut pandang orang pertama
Dalam pengisahan cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama, narator bertindak sebagai seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Narator bertindak sebagai si "aku'", tokoh yang berkisah, dan mengisahkan kesadaran diri sendiri.
       b)      Sudut pandang orang ketiga
Pengisahan cerita pada umumnya menggunakan sudut pandang orang ketiga.Narator bertindak sebagai seseorang yang berada di luar cerita, menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga. Kata ganti tersebut,misalnya ia, dia, mereka, dan nama diri (Amri, Budi, atau Citra).
       c)      Sudut pandang campuran
Dalam pengisahan cerita, pengarang menggabungkan penggunaan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

5)        Amanat
Aanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita mencerminkan pandangan hidup pengarang. Pesan yang ingin disampaikan pengarang disebut pesan môral. Pesan moral tersebut dapat berupa penerapan sikap dan tingkah laku para tokoh yang terdapat pada sebuah cerita. Melalui cerita, sikap, dan tingkah laku tokoh-tokoh tersebut diharapkan dapat menyajikan hikmah.
Jenis pesan yang disampaikan dalam cerita bersifat tidak terbatas. Pesan dapat mencakup seluruh persoalan hidup. Persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dikategorikan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

B. Unsur Ekstrinsik
1) Bahasa
Bahasa merupakan sarana yang digunakan dalam karya sastra. Bahasa karya sastra dipengaruhi oleh bahasa pengarang. Unsur bahasa dacrah dimungkinkan masuk ke karya sastra tersebut. Bahasa pengarang berkaitan erat dengan unsur ekstrinsik.

2) Latar Belakang Pengarang
Latar belakang pengarang meliputi pemahaman terhadap sejarah hidup pengarang dan juga sejarah hasil karangan-karangan yang ditulis pengarang sebelumnya. Latar belakang pengarang terdiri atas biografi pengarang, kondisi psikologis pengarang, dan aliran sastra yang dianut pengarang.

3) Nilai-Nilai dalam Karya Sastra
Sebuah  karya sastra termasuk cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut menggambarkan norma, tradisi, aturan, dan Kepercayaan yang dianut atau dilakukan oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai moral, sosial, budaya atau adat istiadat, religi, dan politik.
        a)      Nilai moral merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti (baik dan buruk). Contoh nilai moral yaitu berbakti kepada orang tua, jujur, sabar, dan ikhlas.
     b)      Nilai sosial merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan norma atau aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai sosial berhubungan dengan orang lain. Contoh nilai sosiial yaitu saling memberi, tenggang rasa, dan saling menghormati pendapat orang lain.
        c)      Nilai budaya merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang berlaku dalam masyarakat. Contoh nilai budaya yaitu adat istiadat perkawinan atau kematian, adat cara berpakaian, kesenian, dan upacara adat.
       d)     Nilai religi merupakan nilai yang berkaitan dengan kehidupan beragama. Contoh nilai religi yaitu cara beribadah kepada Tuhan dan sistem kepercayaan.
        e )      Nilai politik merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan gejolak tata pemerintahan di suatu daerah. Gejolak tersebut menjadi latar cerita. Latar peristiwa politik dijadikan salah satu dokumen sejarah bangsa.

Unsur-usur Buku sebagai berikut.
Data Buku atau ldentitas Buku
1) Judul buku
2) Penulis atau pengarang
3) Nama Penerbit
4) Cetakan dan Tahun Terbit
5) Jumlah halaman
6) Jumlah Bab
7)Kata pengantar
Contoh kata pengantar buku

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena buku ini telah selesai disusun. Buku ini disusun agar dapat membantu para mahasiswa dalam mempelajari konsep-konsep manajemen keuangan beserta mempermudah mempelajari materi manajemen keuangan terutama bagi kaum awam yang belum mengenal manajemen keuangan itu sendiri.
Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku ini mempunyai kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.

7) Daftar Isi
Contoh daftar isi


8) Daftar Pustaka
            Daftar pustaka memuat sumber rujukan buku. Biasanya terletak pada halaman paling belakang buku.
Contoh daftar pustaka


0 Response to "INFORMASI DALAM BUKU FIKSI DAN NONFIKSI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel